Resensi Novel
Akatsuki
By: Miyazaki
Ichigo
1. Sinopsis
Sinopsis merupakan ringkasan cerita dengan mengutamakan alur atau
plot yang tepat dan menarik dari suatu cerpen, novel, atau drama.
Dengan seting
tempat di Jepang, cerita dimulai dari prolog berjudul 始めましょう yang
artinya Mari Kita Mulai. Dibuka dengan kisah kelahiran sang tokoh utama,
Mayumi, yang ditinggal mati oleh ibunya saat melahirkannya. Kisah berlanjut ke
bab selanjutnya, 合図 yang berarti Sinyal. Pada bab
ini diceritakan kisah Mayumi remaja yang kakak laki-lakinya sudah kembali dari
kuliah kedokterannya di Inggris. "Mayu-hime" itu adalah panggilan
sayang dari kakaknya pada Mayumi yang berarti "Putri Mayu".
Dari kisah-kisah selanjutnya diketahui bahwa
Mayumi sangat disayang oleh ibunya dan kakaknya tersebut. Alur cerita ini maju
mundur. Sepeninggal ibunya setelah melahirkannya pada prolog, ayahnya meminta
tolong pada istri sahabatnya untuk menyapih Mayumi. Keluarga Nakano -nama sahabat
ayahnya- kebetulan baru saja kehilangan anak laki-laki keduanya, jadilah Mayumi
pun disapih oleh Ibu Nakano seperti anaknya sendiri. Suatu ketika ayah Mayumi,
meninggal dalam perjalanan menuju kantornya, jadilah Mayumi seorang yatim
piatu. Dia pun diangkat anak oleh keluarga Nakano. Tak butuh waktu lama untuk
Mayumi disayang oleh keluarga tersebut.
Mayumi merupakan gadis yang cantik, tapi dia
sendiri merasa biasa saja. Digambarkan sebagai pribadi yang tidak feminin, tapi
juga tidak tomboy. Mayumi tidak suka berdandan dan paling tidak suka merias
wajahnya. Tapi dia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai perempuan,
sederhana saja. Di sekolah pun dia anak yang sederhana saja dengan banyak teman
di sekelilingnya. Ada Kozue yang merupakan sahabat lamanya, Kira Si Ketua Kelas
yang dapat diandalkan dan nampaknya menaruh hati pada Mayumi, Rin, gadis lemah
lembut yang diketahui mengagumi teman sekelasnya yang bernama Kagawa Satoshi
Sang Pangeran Es, Takuya, dan Chiba yang merupakan sahabat Sang Pangeran Es
tersebut.
Berawal dari rasa penasaran Mayumi akan
kelakuan Satoshi -Sang Pangeran Es- yang selalu menghilang saat jam makan siang
dan penolakan Satoshi saat dipilih menjadi pemeran pangeran dalam pentas
kebudayaan di sekolahnya. Lewat suatu kejadian, Mayumi dan Satoshi pun
mengobrol untuk pertama kalinya. Dari situlah Mayumi tau bahwa Satoshi seorang
Muslim, yang menjawab pertanyaan-pertanyaanya tentang tingkah tidak biasa
Satoshi selama ini yang ternyata shalat dzuhur saat jam makan siang, sampai
cara bicara dan sikap Satoshi terhadap lawan jenis yang akhirnya membuatnya
disebut sebagai Pangeran Es.
Rasa penasaran Mayumi terhadap Satoshi pun
merambat pada Islam. Dia ingin mengetahui agama seperti apa yang diyakini oleh
Satoshi hingga membuatnya terlihat bebeda dari orang Jepang lainnya. Dia pun
berkenalan dengan Ayame, kakak perempuan Satoshi yang merupakan seorang
muslimah berjilbab. Dari Ayame-lah Mayumi banyak mengetahui tentang Islam.
Cerita terus bergulir. Shun, kakak Mayumi
dari keluarga Nakano yang memanggilnya Mayuhime, memperkenalkannya dengan
seseorang bernama Henry Finch yang nantinya akan diketahui bahwa ternyata Henry
memiliki hubungan darah dengan Mayumi. Konflik pun mulai berdatangan dalam
hidup Mayumi. Dalam menjalani masalahnya, dia dituntun untuk mengenal Islam
lebih jauh, bukan hanya rasa penasaran, tapi juga mempelajari Islam.
Hingga suatu saat Mayumi harus merelakan
meninggalkan rumah demi masuk Islam. Setelah beberapa tahun berlalu, Mayumi pun
akhirnya menikah dengan Satoshi.
2. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku atau aktor dalam sebuah cerita sejauh ia oleh
pembaca dianggap sebagai tokoh kongkrit, individual (Hartoko & Rahmanto,
1986: 144)
Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang
yang ditampilkan dalam sebuah cerita (Burhan Nurgiantoro, 2000:165)
MAYUMI
a.
Baik: Suka membantu
teman yang membutuhkan.
b.
Pemaaf: memaafkan
perbuatan kakaknya yang telah menyakiti suaminya.
c.
Bisa menerima sikap
orang lain: Disaat kakaknya memukul Mayumi dan Satoshi.
SATOSHI
a. orangnya
pendiam: Jarang berbicara dengan teman-teman sekelasnya.
b. cool
dan misterius: Tidak ada yang mengetahui sifat asli Satoshi kecuali Mayumi.
c. Baik: suka menolong sesama yang membutuhkan.
d. Romantis: meminjamkan jaketnya demi Mayumi.
e. blak-blakan:
ngomong ceplas-ceplos kepada Mayumi.
SHUN
a. Baik hati : membantu
Mayumi jika sedang kesusahan.
b. egois: ingin
memiliki Mayumi, padahal Mayumi tidak menykainya.
3. Tema
Tema adalah pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai
sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dsb) (KBBI).
Cerpen ini bertemakan kehidupan sekolah, percintaan dan pengabdian.
4. Latar
Latar tempat :
Secara keseluruhan, berlatar suatu
daerah di Jepang tepatnya di Tokyo.
a) Rumah Mayumi
“Ketika sampai di rumah,…..”
b) Ruang kelas
“Di dalam kelas yang sepi”
c) Lapangan olahraga
saat melihat Satoshi dengan badan
yang penuh dengan keringat.
d) Rumah Satoshi
...setelah sampai di rumah Satoshi
.. .
e)Rumah bibi Satoshi
saat ingin melaksanakan pernikahan
Satoshi dan Mayumi.
f)Rumah Satoshi dan Mayumi
berberes-beres di rumah baru
Latar waktu :
·
pagi : di saat matahari
akan terbit
·
siang: di saat akan
latihan untuk pementasan
·
malam: saat Mayumi
ingin kabur dari rumah
5. Alur
Alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian
itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau
menyebabkan peristiwa lain (Stanton via Nurgiyantoro, 2000 : 113).
Cerpen ini
memiliki alur maju mundur karena dalam urutan penceritaan setiap peristiwanya
pengarang menceritakan secara berurutan dan di pertengahan akan menceritakan
kejadian yang telah terjadi lagi dengan lebih detail.
6. Analisis Judul
Judul adalah gambaran makna suatu cerita (Widyaningsih, 2000: 13)
Cerita Akatsuki selalu
menggambarkan suasana yang menenangkan di saat matahari akan terbit, yaitu di
waktu subuuh.
7. Amanat
Amanat cerita adalah pesan yang di sampaikan oleh pengarang kepada
pembaca, baik itu yang tersurat maupun yang tersirat.
Amanat cerita ini adalah Tetaplah
berbuat baik kepada orang lain, karena buah dari kita berbuat baik itu sangat
manis. J
8. biografi pengarang
Miyazaki Ichigo adalah nama pena dari Muliyatun
Nasyiah. Penulis kelahiran Lamongan, 5 Desember 1989 ini adalah anak kelima
dari lima bersaudara pasangan Supraja
dan Mutarbiyah.
Akatsuki merupakan novel pertamanya yang dibukukan. Sebelum ini, cerpennya yang berjudul "Karena Itu, Aku Wanita, Maksudku... Muslimah" menjadi juara I dalam Lomba Menulis Cerpen Islami se-Jawa Timur dalam acara BeSmart yang diadakan oleh Uswah Student Center (USC)pada tahun 2007. Cerpennya yang lain, "Lebih Baik Kau Diam" menjadi juara III dalam Lomba Menulis Kisah Islami yang diadakan oleh Muslimat Hidayatullah (Mushida) pada tahun 2008 dan dibukukan bersama karya finalis lainnya dalam buku kumpulan cerpen "Kutemukan Cinta dalam Tahajudku" terbitan Bina Ilmu Surabaya
Akatsuki merupakan novel pertamanya yang dibukukan. Sebelum ini, cerpennya yang berjudul "Karena Itu, Aku Wanita, Maksudku... Muslimah" menjadi juara I dalam Lomba Menulis Cerpen Islami se-Jawa Timur dalam acara BeSmart yang diadakan oleh Uswah Student Center (USC)pada tahun 2007. Cerpennya yang lain, "Lebih Baik Kau Diam" menjadi juara III dalam Lomba Menulis Kisah Islami yang diadakan oleh Muslimat Hidayatullah (Mushida) pada tahun 2008 dan dibukukan bersama karya finalis lainnya dalam buku kumpulan cerpen "Kutemukan Cinta dalam Tahajudku" terbitan Bina Ilmu Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar