Senin, 13 Januari 2014

Peranan Masyarakat Jepang dalam Modernisasi Jepang



(にほん ぶんか)


Peranan Masyarakat Jepang dalam Modernisasi Jepang





Peranan Masyarakat Jepang dalam Modernisasi Jepang

Pada tanggal 6 agustus 1945 bom nuklir “little boy” di jatuhkan di Hirosima, kemudian dilanjutkan dengan penjatuhan bom “fat man” dari atas langit di Nagasaki pada tanggal 9 agustus 1945 yang dilakukan oleh para sekutu.

Akibat dari peristiwa penjatuhan bom di Hirosima dan Nagasaki adalah ribuan orang tewas, terkena radiasi dan luka-luka, ironisnya yang menjadi korban adalah para masyarakat civil.
Pada tangggal 15 Aagustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu. Herra Kouen (taman perdamaian) yang terletak di Kohiro (Hiroshima) sebagai saksi bisu terhadap peristiwa bom di Hiroshima. Sejak peristiwa tersebut terjadi, tidak lantas membuat Jepang mengurungkan niatnya untuk menjadi Negara yang maju, Jepang berusaha keras agar menjadi Negara yang maju hingga sekarang ini. Jepang juga mampu membuat negaranya bersejajar dengan Negara-negara maju lainnya di dunia internasional.

Apa yang menjadi khas Negara Jepang sehingga Jepang menjadi Negara yang maju?

Michael E.Porter mengatakan bahwa keunggululan nasional suatu bangsa tidak terletak pada sumber daya alamnya, sumber daya kapital maupun sumber daya manusianya, tetapi keunggulan nasional terletak pada tingkat produktivitasnya.
Pada tahun 1982 PDB Jepang sebesar US$ 10.080, sedangkan Amerika 13.160 USD. Setelah 13 tahun kemudian PDB Jepang meningkat hingga US$ 31.450, sedangkan Amerika 24.750 USD. Sebagai Negara yang kalah dalam PD II, Jepang dapat digolongkan sebagai Negara yang telah hancur lebur. PendapatanAmerika pasca perang tidak lepas dari tujuannya untuk melehmahkan ekonomi jepang. Di Negara Jepang sendiri membuat sistem perdangan ZAIBATSU.  Tetapi tak lama kemudian, sistem ZAIBATSU di bubarkan karena, dianggap sebagai penyokong dana perang Jepang, meski Jepang mampu bangkit kembali. Dan jepang bisa maju seperti saat ini bukan karna Sumber Daya Alam, tapi karena ia pintar dan bisa mengatur perekonomian. Dan juga bukan karna keajaiban, melainkan dari diskusi yang panjang dan matang.

Hubungan negara JEPANG-AMERIKA setelah perang dunia II

Jepang memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadikan Jepang menjadi Negara maju yang dihasilkan dari kerja keras dan dengan hasil diskusi yang panjang serta perencanaan yang matang. Pada hubungan perdagangan Jepang-Amerika, Jepang membuat Amerika geram, karena Jepang mengalami surplus yang sangat pesat dalam kegiatan perdangannya. Dengan adanya persoalan ini tidak lantas membuat Amerika bediam diri saja, justru membuat Amerika belajar segala sesuatunya dengan Jepang. Jepang tidak akan menjadi Negara yang suram walaupun perkembangan ekonomi China dan Korea bertumbuh dengan pesat.

Mengapa  penting mempelajari Negara Jepang?

:: Jepang dapat lepas dari krisis ekonomi dunia.
:: Jepang penting untuk di pelajari karena Negara ini menghadapi masalah-masalah yang nantinya akan di hadapi Negara industri lainnya.
:: Pendidikan Jepang terus menurun dilihat dari jumlah kelahiran yang juga terus menurun.
:: Dewasa ini, Jepang di banjiri oleh buruh  migran dari berbagai Negara termasuk Indonesia.


Biro Keselamatan dan Departemen Kesehatan Jepang

Pada tahun 2006 jumlah tenaga kerja asing legal mencapai 7.550.000 orang, sedangkan yg ilegal hanya 1.700.000 orang. Sekarang di Jepang tenaga kerja ilegal hanya 9.250.000 orang. Dan pada tahun 2001 Jepang mengalami penurunan harga.

Jepang Modern (menuju masyarakat tanpa hirarki)

:: Kesalapahaman penafsiran terhadap masyarakat Jepang lebih umum disebut “kebudayaan Jepang”.
:: Jepang maju karena Restorasi Meiji
Setelah Restorasi Jepang mengalami pembangunan Jepang dari awal lagi. Orang Jepang sendiri menegaskan bahwa jepang tdak maju pada tahun 1868, tetapi jepang sudah maju dari tahun-tahun sebelumnya.

1.     Sebuah fakta pada awal abad ke 18 kota Kyoto, Osaka dan Edo (Tokyo) sudah termasuk ke dalam kategori kota terbesar di dunia ( Tadano Umesao. 1990 ).
2.     Jauh sebelum Jepang melakukan hubungan dengan Eropa, mereka sudah membuka jalan untuk melakukan  kemajuan negaranya.

Kemudian industrialisasi Jepang penuh vitalitas. Sistem pendidikan maju dengan pesat dengan tingkat melek huruf lebih dari 50% dari populasi penduduk Jepang pada saat itu.

:: Yang harus dipahami adalah masyarakatnya dalam mencermati monernisasi Jepang.


Tahun 1960 (Awal Kejayaan Ekonomi Jepang)
Jepang mengalami perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Telah terjadi “Revolusi Kebudayaan” 10 tahun Jepang mencapai pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat yaitu 10% (MCP) pertahun. Rencana tersebut dapat dicapai dalam kurun waktu 7 tahun. Kemudian di susul pada tahun 1970 telah mencapai 215%. Pada tahun1953-1965 pendapatan nilai perkapita meningkat hingga 6,1% dan pada tahun 1956-1960 berkembang menjadi 8.6%. Pesta olahraga olimpiade Tokyo(1964) menjadikan negara Jepang disejajarkan dengan negara maju lainnya. Dengan adanya pesta olahraga olimpiade Tokyo tersebut Jepang membangun sejumlah infastruktur untuk mendukung kegiatan pesta olahraga olimpiade tersebut. Dalam kemajuan teknologi di tahun 1964 Jepang meluncurkan shinkasen (kereta api super cepat) yang menghubungkan Tokyo-Osaka, untuk menyambut olimpiade Tokyo. Dewasa ini Jepang telah menjadi negara maju, kapitalis, menjadi anggota G-8 dan  ikut menjadi pemeran utama lakon ekonomi internasional.


Revolusi Industri Baru (Mechatronics)
:: Keluarga di Jepang sudah mulai menciptakan barang-barang, seperti kulkas, TV dan mesin cuci. Barang-barang ini disebut dengan sanshu no jingi (3 harta karun suci).
:: Para keluarga di Jepang juga sudah mulai menciptakan mobil, AC dan TV berwarna.
:: Merekapun juga menciptakan barang-barang yang tahan lama, seperti piano dan dipan yang lambat laut menjadi barang kebutuhan.


Ciri - Ciri Masyarakat Jepang Tradisional:

:: Kolektifisme
:: Kerja permanen
:: Konsep Ringi
Secara harfiah Ringi dapat diartikan untuk pembuatan keputusan tertulis yang dilakukan bersam-sama dengan para atasannya.
:: Giri (hutang budi) dan Ninjo (kasih sayang).
:: Security Oriented People.
Sifatnya perorangan, jadi masing-masing orang memiliki security.


Berani Memilih
:: Apapun yang dilakukan di anggap tokoisama.
Artinya orang Jepang sangat menghargai apapun yang dilakukan oleh orang tertentu.
:: Rasa memiliki kewajiban merupakan pendorong yang kuat bagi tingkah laku orang-orang Jepang.
:: Selaras dalam aturan atau ketentuan.
:: Budaya perangkat lunak pikiran yang mengatur manusia berpikir untuk bertindak.

Apakah budaya itu?

:: Budaya itu bukan bawaan dari dewa, melainkan suatu peringkat nilai-nilai kepercayaan untuk mendeteksi perbedaan seatu kelompok dengan kelompok lain.
:: Perbedaan bahasa akan menunjukan kesadaran dan pemahaman, karena bahasa mewarnai masyarakat.




Ciri – Ciri High Contex Culture:

:: Bahasa kurang dominan.
:: Informasi dikuasai oleh perorangan (senior).
:: Penyampaian pesan akan mendapat perhatian yang berlebihan.
:: Pertemuan pribadi sangat penting.





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar