Senin, 13 Januari 2014

Resensi Novel Akatsuki

Resensi Novel Akatsuki
By: Miyazaki Ichigo

1. Sinopsis

Sinopsis merupakan ringkasan cerita dengan mengutamakan alur atau plot yang tepat dan menarik dari suatu cerpen, novel, atau drama.

          Dengan seting tempat di Jepang, cerita dimulai dari prolog berjudul 始めましょう yang artinya Mari Kita Mulai. Dibuka dengan kisah kelahiran sang tokoh utama, Mayumi, yang ditinggal mati oleh ibunya saat melahirkannya. Kisah berlanjut ke bab selanjutnya, 合図 yang berarti Sinyal. Pada bab ini diceritakan kisah Mayumi remaja yang kakak laki-lakinya sudah kembali dari kuliah kedokterannya di Inggris. "Mayu-hime" itu adalah panggilan sayang dari kakaknya pada Mayumi yang berarti "Putri Mayu". 

Dari kisah-kisah selanjutnya diketahui bahwa Mayumi sangat disayang oleh ibunya dan kakaknya tersebut. Alur cerita ini maju mundur. Sepeninggal ibunya setelah melahirkannya pada prolog, ayahnya meminta tolong pada istri sahabatnya untuk menyapih Mayumi. Keluarga Nakano -nama sahabat ayahnya- kebetulan baru saja kehilangan anak laki-laki keduanya, jadilah Mayumi pun disapih oleh Ibu Nakano seperti anaknya sendiri. Suatu ketika ayah Mayumi, meninggal dalam perjalanan menuju kantornya, jadilah Mayumi seorang yatim piatu. Dia pun diangkat anak oleh keluarga Nakano. Tak butuh waktu lama untuk Mayumi disayang oleh keluarga tersebut.
Mayumi merupakan gadis yang cantik, tapi dia sendiri merasa biasa saja. Digambarkan sebagai pribadi yang tidak feminin, tapi juga tidak tomboy. Mayumi tidak suka berdandan dan paling tidak suka merias wajahnya. Tapi dia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai perempuan, sederhana saja. Di sekolah pun dia anak yang sederhana saja dengan banyak teman di sekelilingnya. Ada Kozue yang merupakan sahabat lamanya, Kira Si Ketua Kelas yang dapat diandalkan dan nampaknya menaruh hati pada Mayumi, Rin, gadis lemah lembut yang diketahui mengagumi teman sekelasnya yang bernama Kagawa Satoshi Sang Pangeran Es, Takuya, dan Chiba yang merupakan sahabat Sang Pangeran Es tersebut.
Berawal dari rasa penasaran Mayumi akan kelakuan Satoshi -Sang Pangeran Es- yang selalu menghilang saat jam makan siang dan penolakan Satoshi saat dipilih menjadi pemeran pangeran dalam pentas kebudayaan di sekolahnya. Lewat suatu kejadian, Mayumi dan Satoshi pun mengobrol untuk pertama kalinya. Dari situlah Mayumi tau bahwa Satoshi seorang Muslim, yang menjawab pertanyaan-pertanyaanya tentang tingkah tidak biasa Satoshi selama ini yang ternyata shalat dzuhur saat jam makan siang, sampai cara bicara dan sikap Satoshi terhadap lawan jenis yang akhirnya membuatnya disebut sebagai Pangeran Es.
Rasa penasaran Mayumi terhadap Satoshi pun merambat pada Islam. Dia ingin mengetahui agama seperti apa yang diyakini oleh Satoshi hingga membuatnya terlihat bebeda dari orang Jepang lainnya. Dia pun berkenalan dengan Ayame, kakak perempuan Satoshi yang merupakan seorang muslimah berjilbab. Dari Ayame-lah Mayumi banyak mengetahui tentang Islam.
Cerita terus bergulir. Shun, kakak Mayumi dari keluarga Nakano yang memanggilnya Mayuhime, memperkenalkannya dengan seseorang bernama Henry Finch yang nantinya akan diketahui bahwa ternyata Henry memiliki hubungan darah dengan Mayumi. Konflik pun mulai berdatangan dalam hidup Mayumi. Dalam menjalani masalahnya, dia dituntun untuk mengenal Islam lebih jauh, bukan hanya rasa penasaran, tapi juga mempelajari Islam.
Hingga suatu saat Mayumi harus merelakan meninggalkan rumah demi masuk Islam. Setelah beberapa tahun berlalu, Mayumi pun akhirnya menikah dengan Satoshi.





2. Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah pelaku atau aktor dalam sebuah cerita sejauh ia oleh pembaca dianggap sebagai tokoh kongkrit, individual (Hartoko & Rahmanto, 1986: 144)
Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita (Burhan Nurgiantoro, 2000:165)
MAYUMI
a.    Baik: Suka membantu teman yang membutuhkan.
b.   Pemaaf: memaafkan perbuatan kakaknya yang telah menyakiti suaminya.
c.    Bisa menerima sikap orang lain: Disaat kakaknya memukul Mayumi dan Satoshi.




SATOSHI
a.    orangnya pendiam: Jarang berbicara dengan teman-teman sekelasnya.
b.   cool dan misterius: Tidak ada yang mengetahui sifat asli Satoshi kecuali Mayumi.
c.     Baik: suka menolong sesama yang membutuhkan.
d.    Romantis: meminjamkan jaketnya demi Mayumi.
e.   blak-blakan: ngomong ceplas-ceplos kepada Mayumi.

SHUN
a. Baik hati : membantu Mayumi jika sedang kesusahan.
b. egois: ingin memiliki Mayumi, padahal Mayumi tidak menykainya.








3. Tema

Tema adalah pokok pikiran, dasar cerita (yang dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang, menggubah sajak, dsb) (KBBI).

Cerpen ini bertemakan kehidupan sekolah, percintaan dan pengabdian.


4. Latar

Latar tempat :
Secara keseluruhan, berlatar suatu daerah di Jepang tepatnya di Tokyo.

a) Rumah Mayumi
“Ketika sampai di rumah,…..”

b) Ruang kelas
“Di dalam kelas yang sepi”

c) Lapangan olahraga
saat melihat Satoshi dengan badan yang penuh dengan keringat.

d) Rumah Satoshi
...setelah sampai di rumah Satoshi .. .

e)Rumah bibi Satoshi
saat ingin melaksanakan pernikahan Satoshi dan Mayumi.
f)Rumah Satoshi dan Mayumi
berberes-beres di rumah baru

Latar waktu :
·        pagi : di saat matahari akan terbit
·        siang: di saat akan latihan untuk pementasan
·        malam: saat Mayumi ingin kabur dari rumah



5. Alur

Alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa lain (Stanton via Nurgiyantoro, 2000 : 113).

Cerpen ini memiliki alur maju mundur karena dalam urutan penceritaan setiap peristiwanya pengarang menceritakan secara berurutan dan di pertengahan akan menceritakan kejadian yang telah terjadi lagi dengan lebih detail.












6. Analisis Judul

Judul adalah gambaran makna suatu cerita (Widyaningsih, 2000: 13)

Cerita Akatsuki selalu menggambarkan suasana yang menenangkan di saat matahari akan terbit, yaitu di waktu subuuh.

7. Amanat

Amanat cerita adalah pesan yang di sampaikan oleh pengarang kepada pembaca, baik itu yang tersurat maupun yang tersirat.

Amanat cerita ini adalah Tetaplah berbuat baik kepada orang lain, karena buah dari kita berbuat baik itu sangat manis. J







8. biografi pengarang


          Miyazaki Ichigo adalah nama pena dari Muliyatun Nasyiah. Penulis kelahiran Lamongan, 5 Desember 1989 ini adalah anak kelima dari lima bersaudara pasangan  Supraja dan Mutarbiyah.

Akatsuki merupakan novel pertamanya yang dibukukan. Sebelum ini, cerpennya yang berjudul "Karena Itu, Aku Wanita, Maksudku... Muslimah" menjadi juara I dalam Lomba Menulis Cerpen Islami se-Jawa Timur dalam acara BeSmart yang diadakan oleh Uswah Student Center (USC)pada tahun 2007. Cerpennya yang lain, "Lebih Baik Kau Diam" menjadi juara III dalam Lomba Menulis Kisah Islami yang diadakan oleh Muslimat Hidayatullah (Mushida) pada tahun 2008 dan dibukukan bersama karya finalis lainnya dalam buku kumpulan cerpen "Kutemukan Cinta dalam Tahajudku" terbitan Bina Ilmu Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar