あの日小説を書いたことあってカッコイだと思っていたんだが、この夕べにもう一度呼んでってちょーうクダラナイ!!!-_- 呼んでみてみー
KUROI SORA [黒い空]
"aduuuuuh,
yang begini nih yang bikin gua gak demen, apa-apaan coba? masa gua cewek
feminim disuruh berantem sih"
"hah! apanya
yang feminim !!"
"udah deh!!
buruan bantuin kita !!"
"iyeeeeeee,
bawel !!"
~oooooooooo~
Didalam kelas,
Jurusan Bahasa Inggris..
"Silahkan perkenalkan diri
kalian" kata ibu rizu.
"Nama saya yui, Yui
Kawada" kata Yui sambil membungkukkan badan .
"Nama saya Arina, Arina Tanemura",
"nama saya Ichigo, Ichigo Miyazaki".
"Silahkan
duduk dibangku yang kosong" kata bu rizu kepada mereka.
Saat istirahat..
"Ya ampuuuuuuuun, kenapa kita
mencar-mencar begini coba?", kata Yui sambil menghela nafas. "Mana
gua tau, lu tanya aja ama ketua noh" balas ichigo sambil menunjuk Arina.
"Lah kenapa jadi gua?? Bukan gua ketuanya" sanggah Arina.
"Aaaaaah, bodoh.. mending kita cari makanan, laper gua" kata Yui
kepada teman-temannya. "OGAAH !!" jawab Arina dan Ichigo bersamaan.
"iiiiiiiiiih !!!" =3="
~oooooooooo~
Di Markas..
"Ya ampuuuuuuuuun, sekarang
kita malah di suruh ngumpul disini ama ketua. ada apaan siih??" kata Yui
sambil naruh tas. ya maklum laah, namanya juga baru pulang dari kampus.
"Lu bawel amat sih ! diem semenit gak bisa apa?" protes Ichigo.
"ya udah siih, berantem aja sono di lapangan" kata Arina sambil
mengangkat tangannya keatas lalu menunjuk ke arah lapangan basket yang ada di
sebelah markas mereka.
Saat para anggota sudah berkumpul,
pintu ruangan terbuka. "Yo" kata seseorang sambil mengangkat
tangannya keatas, tanda salam maksudnya. semua anggota bediri dan memberi salam
dengan cara membungkukkan badan sambil berkata "Selamat datang
ketua". Orang yang dipanggil dengan sebutan ketua itu duduk di kursi yang
bertuliskan "LEADER". Sambil menghela nafas ia berkata "hari ini
panas yaa..", "gak ! Dingin" bantah Yui. Sang ketua hanya
tertawa kecil dan melanjutkan pembicaraannya. "baiklaah,GUE ......"
gaya ngomong 'alay' anak muda zaman sekarang, belum selesai bicara Yui berkata
"BIASA AJA KALEEEEEE", "Yui !! bawel amat sih!!" kata Arina
sambil menjitak kepala Yui. "oke oke, serius nih" kata salah satu
anggota. "oke ! Gua ngumpulin kalian disini tujuannya untuk memperkenalkan
anggota baru kita. Dia berasal dari Shibuya. yaaa, gak jauh-jauh amat laah dari
Tokyo." kata ketua. "setau gue Shibuya itu jauh deh dari Tokyo."
kata Arina. "udah.. anggap aja deket,, susah amat siih!!" kata salah
satu anggota mereka. "namanya Hikari, Aoi no Hikari". Pintupun terbuka
dan masuklah seorang gadis berambut ikal berwarna hitam yang panjang tergurai.
Dia berjalan menuju sang ketua, sambil menundukkan kepalanya. Semua mata
tertuju pada gadis itu. "Baiklah, akan aku perkenalkan mereka satu persatu
padamu" kata ketua sambil beranjak dari kursinya. "itu Yui"
menunjuk ke arah cewek berambut coklat yang dikucir kuda. "yang itu
Arina" menunjuk kearah cewek berambut hitam lurus sebahu. "itu
Ichigo" menunjuk kearah cewek yang rambutnya di potong model bob.
"itu adalah Satoshi dan Mayumi, mereka saudara kembar, yang itu Michiko
dan Dan" kata ketua. "Salam kenal semuanya" kata Hikari sambil
membungkukkan badan. "eh, Hikari.
Lu masuk sini jago berantem gak?" tanya Dan. "Trus jabatan lu disini
sebagai apa? bukan sebagai tata riaskan?" lanjut Dan. Dan, Yui dan Ichigo
mulai menertawakan Hikari. "Jabatannya adalah Wakil Ketua" jawab
ketua. Mereka langsung terdiam mendengar perkataan ketua. "HAH ! SERIUS
LO!!" tanya Dan tidak percaya. "Jadi kalian harus menuruti apa yang
diperintahkan olehnya" lanjut ketua. "Hikari, ayo kita pergi"
kata ketua sambil meninggalkan ruangan. Hikari hanya diam dan mengikuti ketua
keluar dari ruangan.
Diatas gedung..
"Disini lu cukup panggil gua
Kazuto aja yaak, jangan panggil 'ketua' nggak enak didengernya" kata
Kazuto dan di angguki oleh Hikari. "oya, lu nggak apa-apakan?" tanya
ketua pada Hikari.
"huuuuuuf"
Hikari menghela nafas. "apanya yang 'huuuf'?"tanya ketua lagi.
"aaaaaaah, mereka gak sopan ama gua. Kesel gua" jawab Hikari dengan
nada kekanak-kanakan.
"Lagian
tampang lu siih, bocah banget" kata ketua sambil mengelus kepalanya.
"apaan sih
!" bantah Hikari sambil menepis tangan ketua.
"yaaaah,
ngambek dia".
~oooooooooo~
Keesokan harinya Yui, Arina dan
Ichigo makan siang di kantin kampus. Saat mereka sedang asyik mengobrol, mereka
dikejutkan oleh sosok wanita yang mirip dengan Hikari.
"Eh, itu bukannya Hikari
ya?" tanya Yui pada Arina dan Ichigo. Arina dan Ichigo hanya mengangguk.
"Eh dia sama siapa tuh?" tanya Yui lagi. "HAH! MICHIKO!!"
jawab Yui dan Ichigo bersamaan. "Ya ampuuuuun. pantes aja kemaren pas gua,
lu ama Dan lagi ngeledekin si Hikari, Michiko diem aja" kata Ichigo.
"Hah, iya ya. kok gua baru nyadar ya?" kata Yui. "Lu BEGOK
siih" jawab Arina. "RESE LU!!!!" =0="9.
"Oi, oi.. ada
apaan nih?" tanya Satoshi yang tiba-tiba datang menghampiri Yui, Arina dan
Ichigo sambil membawa makan siangnya. Yui, Arina, dan Ichigo langsung melihat
kearah sumber suara. "wah, wah, wah. ada TKK (Trio Kwek Kwek) disini, gua
duduk disini yaak" kata Dan sambil duduk disebelah mereka. "Laaah,
kalian kuliah disini juga?" tanya Ichigo. "keliatannya gi mana?"
jawab Satoshi sambil mengangkat alisnya yang sebelah kanan. "Eh, eh. Tadi
gua ngeliat Hikari ama Michiko loh, tapi gua gak tau mereka mau kemana"
kata Dan pada TKK. "Ke kantin" jawab TKK bersamaan. "Lah kok lu
tau mereka ke kantin?" tanya Dan. "noh, liat" kata Yui sambil
menunjuk kearah Hikari dan Michiko dengan mulutnya. "Ooooh" jawab Dan
dengan nada datar. "Eh, Satoshi. Lu kenapa? Dari kemaren diem aja?"
tanya Yui. Satoshi melihat dengan tatapan tajam kearah Yui sambil mengangkat
kedua bahunya. "Aaah, jangan-jangan..." belum sempat Dan melanjutkan
kata-katanya, Satoshi langsung memukul kepala Dan dengan tangannya.
"Ya
ampuuuuuun" kata TKK bersamaan. Dan mereka pun melanjutkan makan siang
mereka.
~oooooooooo~
"Hikari. kayaknya ada yang lagi
ngomongin kita deh" kata Michiko.
"Ya udah,
biarin aja" jawab Hikari dengan senyuman.
"Haaah.
selalu begitu" kata Michiko sambil menghela nafas. namun tetap saja,
Hikari hanya tersenyum kepada Michiko.
"Ya
ampuuuuuun" kata Michiko lagi, tapi kali ini dia sambil memukul keningnya.
~oooooooooo~
"Aku pulaaaang" kata
Hikari.
"Selamat datang, cepat mandi
dan bantu ibu menyiapkan makan malam" kata ibu pada Hikari.
"Baik
bu" jawab Hikari.
Saat Hikari masuk kedalam kamarnya
untuk mengganti pakaian, handphonenya bergetar. 1 message 'from'
Yuuji. Hikari menekan tombol 'read' yang ada di keypad handphonenya.
"dateng ke tempat biasa jam
07:00 PM. ada yang mau aku omongin".
Yuuji adalah salah
seorang yang telah merusak rencananya. "Hah! Mau ngomong apaan ya?"
tanya Hikari pada dirinya sendiri. Hikari meletakkan Handphonenya diatas
kasur dan keluar dari kamarnya untuk mandi.
Setelah selesai mandi, Hikari
bergegas keluar kamar untuk bertemu Yuuji. "Ibu, maaf aku nggak bisa bantu
nyiapin makan malem. Aku ada urusan benter. Aku pergi bu" pamit Hikari
pada ibunya.
Ibunya hanya
tersenyum dan menjawab "iya, hati-hati Hikari_chan".
~oooooooooo~
"Hikari_chan" panggil
Yuuji. Hikari pun menghampiri Yuuji.
"Kenapa?"
tanya Hikari singkat.
"Aku minta
maaf Hikari_chan. Aku bener-bener minta maaf". kata Yuuji.
"forget it"
kata Hikari sambil meninggalkan Yuuji.
"Hikari_chan"
panggil Yuuji. Namun, karna Hikari tidak memberhentikan langkahnya, Yuuji pun
mengejar Hikari dan menarik lengannya
"Aku minta
maaf, aku bener-bener minta maaf. Aku nggak pernah bermaksud untuk ngehancurin
semuanya. Beneran". Hikari menghela nafas sambil melepaskan genggaman
tangan Yuuji dan pergi meninggalkan Yuuji.
Karna kesal, Hikari mampir kerumah
makan Ramen yang ada di pinggir jalan, dan akibatnya dia pulang larut malam.
Jalan menuju rumahnya sangat sepi dan gelap. Langkah Hikari tiba-tiba terhenti
saat ia mendengar ada suara langkah yang mengikutinya. Hikari membalikkan
badannya dan memiringkan kepalanya ke kanan. "huh!" kata
Hikari saat melihat sesosok anak laki-laki yang mengenakan pakaian yang telah
sobek dan sesosok wanita cantik bewajah pucat yang mengenakan dress
berwarna merah cerah. "Hyaaaaaaaaa" teriak wanita itu sambil berlari
ke arah Hikari. Wanita itu melompat dan menendang Hikari. Hikari yang terkejut melihatnya
dengan gerakan reflek dia menangkis tendangan wanita tersebut. Wanita itu
melayangkan tendangan keduanya dengan gerakkan yang berbentuk sabit. Namun
tetap saja Hikari dapat menangkis tendangan itu. Setelah beberapa kali
ditendang oleh wanita itu, Hikari baru mulai menyerang dengan serangan
pertamanya, yaitu memukul wanita itu di bagian uluh hatinya. Wanita itu jatuh
terbaring sambil memegangi perutnya dan pingsan. Saat Hikari melihat ke arah
awal ia bertemu dengan wanita itu, dia tidak melihat anak laki-laki yang tadinya bersama dengan wanita tersebut.
"BRUUK!!" suara pukulan yang berasal dari belakang dan mengenai
kepala Hikari. Hikari terjatuh, tapi ia masih dalam keadaan sadar. Dia melihat
anak laki-laki itu memegang kayu dan mengangkatnya keatas.
~oooooooooo~
dan asal lu tau.. ini belom kelar dan masih berlanjut lagi cerita nya... alay kan... T_T
まだ終わってないよ、この小説!!! どうだった?クダラナイだよね~ T_T
Tidak ada komentar:
Posting Komentar