Minggu, 28 Juni 2015

KUROI SORA [黒い空]

dulu... dulu banget gue pernah bikin cerita yang menurut gue keren, tp sekalinya gue baca ulang (hari ini) cerita gue alay banget sumpah.. -_-
あの日小説を書いたことあってカッコイだと思っていたんだが、この夕べにもう一度呼んでってちょーうクダラナイ!!!-_- 呼んでみてみー



KUROI SORA [黒い空]

"aduuuuuh, yang begini nih yang bikin gua gak demen, apa-apaan coba? masa gua cewek feminim disuruh berantem sih"
"hah! apanya yang feminim !!"
"udah deh!! buruan bantuin kita !!"
"iyeeeeeee, bawel !!"
~oooooooooo~

Didalam kelas, Jurusan Bahasa Inggris..
            "Silahkan perkenalkan diri kalian" kata ibu rizu.
            "Nama saya yui, Yui Kawada" kata Yui sambil membungkukkan badan .
            "Nama saya Arina, Arina Tanemura", "nama saya Ichigo, Ichigo Miyazaki".
"Silahkan duduk dibangku yang kosong" kata bu rizu kepada mereka.
Saat istirahat..
            "Ya ampuuuuuuuun, kenapa kita mencar-mencar begini coba?", kata Yui sambil menghela nafas. "Mana gua tau, lu tanya aja ama ketua noh" balas ichigo sambil menunjuk Arina. "Lah kenapa jadi gua?? Bukan gua ketuanya" sanggah Arina. "Aaaaaah, bodoh.. mending kita cari makanan, laper gua" kata Yui kepada teman-temannya. "OGAAH !!" jawab Arina dan Ichigo bersamaan. "iiiiiiiiiih !!!" =3="

~oooooooooo~



Di Markas..
            "Ya ampuuuuuuuuun, sekarang kita malah di suruh ngumpul disini ama ketua. ada apaan siih??" kata Yui sambil naruh tas. ya maklum laah, namanya juga baru pulang dari kampus. "Lu bawel amat sih ! diem semenit gak bisa apa?" protes Ichigo. "ya udah siih, berantem aja sono di lapangan" kata Arina sambil mengangkat tangannya keatas lalu menunjuk ke arah lapangan basket yang ada di sebelah markas mereka.
            Saat para anggota sudah berkumpul, pintu ruangan terbuka. "Yo" kata seseorang sambil mengangkat tangannya keatas, tanda salam maksudnya. semua anggota bediri dan memberi salam dengan cara membungkukkan badan sambil berkata "Selamat datang ketua". Orang yang dipanggil dengan sebutan ketua itu duduk di kursi yang bertuliskan "LEADER". Sambil menghela nafas ia berkata "hari ini panas yaa..", "gak ! Dingin" bantah Yui. Sang ketua hanya tertawa kecil dan melanjutkan pembicaraannya. "baiklaah,GUE ......" gaya ngomong 'alay' anak muda zaman sekarang, belum selesai bicara Yui berkata "BIASA AJA KALEEEEEE", "Yui !! bawel amat sih!!" kata Arina sambil menjitak kepala Yui. "oke oke, serius nih" kata salah satu anggota. "oke ! Gua ngumpulin kalian disini tujuannya untuk memperkenalkan anggota baru kita. Dia berasal dari Shibuya. yaaa, gak jauh-jauh amat laah dari Tokyo." kata ketua. "setau gue Shibuya itu jauh deh dari Tokyo." kata Arina. "udah.. anggap aja deket,, susah amat siih!!" kata salah satu anggota mereka. "namanya Hikari, Aoi no Hikari". Pintupun terbuka dan masuklah seorang gadis berambut ikal berwarna hitam yang panjang tergurai. Dia berjalan menuju sang ketua, sambil menundukkan kepalanya. Semua mata tertuju pada gadis itu. "Baiklah, akan aku perkenalkan mereka satu persatu padamu" kata ketua sambil beranjak dari kursinya. "itu Yui" menunjuk ke arah cewek berambut coklat yang dikucir kuda. "yang itu Arina" menunjuk kearah cewek berambut hitam lurus sebahu. "itu Ichigo" menunjuk kearah cewek yang rambutnya di potong model bob. "itu adalah Satoshi dan Mayumi, mereka saudara kembar, yang itu Michiko dan Dan" kata ketua. "Salam kenal semuanya" kata Hikari sambil membungkukkan badan.  "eh, Hikari. Lu masuk sini jago berantem gak?" tanya Dan. "Trus jabatan lu disini sebagai apa? bukan sebagai tata riaskan?" lanjut Dan. Dan, Yui dan Ichigo mulai menertawakan Hikari. "Jabatannya adalah Wakil Ketua" jawab ketua. Mereka langsung terdiam mendengar perkataan ketua. "HAH ! SERIUS LO!!" tanya Dan tidak percaya. "Jadi kalian harus menuruti apa yang diperintahkan olehnya" lanjut ketua. "Hikari, ayo kita pergi" kata ketua sambil meninggalkan ruangan. Hikari hanya diam dan mengikuti ketua keluar dari ruangan.
Diatas gedung..
            "Disini lu cukup panggil gua Kazuto aja yaak, jangan panggil 'ketua' nggak enak didengernya" kata Kazuto dan di angguki oleh Hikari. "oya, lu nggak apa-apakan?" tanya ketua pada Hikari.
"huuuuuuf" Hikari menghela nafas. "apanya yang 'huuuf'?"tanya ketua lagi. "aaaaaaah, mereka gak sopan ama gua. Kesel gua" jawab Hikari dengan nada kekanak-kanakan.
"Lagian tampang lu siih, bocah banget" kata ketua sambil mengelus kepalanya.
"apaan sih !" bantah Hikari sambil menepis tangan ketua.
"yaaaah, ngambek dia".
~oooooooooo~
            Keesokan harinya Yui, Arina dan Ichigo makan siang di kantin kampus. Saat mereka sedang asyik mengobrol, mereka dikejutkan oleh sosok wanita yang mirip dengan Hikari.
            "Eh, itu bukannya Hikari ya?" tanya Yui pada Arina dan Ichigo. Arina dan Ichigo hanya mengangguk. "Eh dia sama siapa tuh?" tanya Yui lagi. "HAH! MICHIKO!!" jawab Yui dan Ichigo bersamaan. "Ya ampuuuuun. pantes aja kemaren pas gua, lu ama Dan lagi ngeledekin si Hikari, Michiko diem aja" kata Ichigo. "Hah, iya ya. kok gua baru nyadar ya?" kata Yui. "Lu BEGOK siih" jawab Arina. "RESE LU!!!!" =0="9.
"Oi, oi.. ada apaan nih?" tanya Satoshi yang tiba-tiba datang menghampiri Yui, Arina dan Ichigo sambil membawa makan siangnya. Yui, Arina, dan Ichigo langsung melihat kearah sumber suara. "wah, wah, wah. ada TKK (Trio Kwek Kwek) disini, gua duduk disini yaak" kata Dan sambil duduk disebelah mereka. "Laaah, kalian kuliah disini juga?" tanya Ichigo. "keliatannya gi mana?" jawab Satoshi sambil mengangkat alisnya yang sebelah kanan. "Eh, eh. Tadi gua ngeliat Hikari ama Michiko loh, tapi gua gak tau mereka mau kemana" kata Dan pada TKK. "Ke kantin" jawab TKK bersamaan. "Lah kok lu tau mereka ke kantin?" tanya Dan. "noh, liat" kata Yui sambil menunjuk kearah Hikari dan Michiko dengan mulutnya. "Ooooh" jawab Dan dengan nada datar. "Eh, Satoshi. Lu kenapa? Dari kemaren diem aja?" tanya Yui. Satoshi melihat dengan tatapan tajam kearah Yui sambil mengangkat kedua bahunya. "Aaah, jangan-jangan..." belum sempat Dan melanjutkan kata-katanya, Satoshi langsung memukul kepala Dan dengan tangannya.
"Ya ampuuuuuun" kata TKK bersamaan. Dan mereka pun melanjutkan makan siang mereka.

~oooooooooo~
            "Hikari. kayaknya ada yang lagi ngomongin kita deh" kata Michiko.
"Ya udah, biarin aja" jawab Hikari dengan senyuman.
"Haaah. selalu begitu" kata Michiko sambil menghela nafas. namun tetap saja, Hikari hanya tersenyum kepada Michiko.
"Ya ampuuuuuun" kata Michiko lagi, tapi kali ini dia sambil memukul keningnya.

~oooooooooo~

            "Aku pulaaaang" kata Hikari.
            "Selamat datang, cepat mandi dan bantu ibu menyiapkan makan malam" kata ibu pada Hikari.
"Baik bu" jawab Hikari.
            Saat Hikari masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaian, handphonenya bergetar. 1 message 'from' Yuuji. Hikari menekan tombol 'read' yang ada di keypad handphonenya.
            "dateng ke tempat biasa jam 07:00 PM. ada yang mau aku omongin".
Yuuji adalah salah seorang yang telah merusak rencananya. "Hah! Mau ngomong apaan ya?" tanya Hikari pada dirinya sendiri. Hikari meletakkan Handphonenya diatas kasur dan keluar dari kamarnya untuk mandi.
            Setelah selesai mandi, Hikari bergegas keluar kamar untuk bertemu Yuuji. "Ibu, maaf aku nggak bisa bantu nyiapin makan malem. Aku ada urusan benter. Aku pergi bu" pamit Hikari pada ibunya.
Ibunya hanya tersenyum dan menjawab "iya, hati-hati Hikari_chan".

~oooooooooo~

            "Hikari_chan" panggil Yuuji. Hikari pun menghampiri Yuuji.
"Kenapa?" tanya Hikari singkat.
"Aku minta maaf Hikari_chan. Aku bener-bener minta maaf". kata Yuuji.
"forget it" kata Hikari sambil meninggalkan Yuuji.
"Hikari_chan" panggil Yuuji. Namun, karna Hikari tidak memberhentikan langkahnya, Yuuji pun mengejar Hikari dan menarik lengannya
"Aku minta maaf, aku bener-bener minta maaf. Aku nggak pernah bermaksud untuk ngehancurin semuanya. Beneran". Hikari menghela nafas sambil melepaskan genggaman tangan Yuuji dan pergi meninggalkan Yuuji.
            Karna kesal, Hikari mampir kerumah makan Ramen yang ada di pinggir jalan, dan akibatnya dia pulang larut malam. Jalan menuju rumahnya sangat sepi dan gelap. Langkah Hikari tiba-tiba terhenti saat ia mendengar ada suara langkah yang mengikutinya. Hikari membalikkan badannya dan memiringkan kepalanya ke kanan. "huh!" kata Hikari saat melihat sesosok anak laki-laki yang mengenakan pakaian yang telah sobek dan sesosok wanita cantik bewajah pucat yang mengenakan dress berwarna merah cerah. "Hyaaaaaaaaa" teriak wanita itu sambil berlari ke arah Hikari. Wanita itu melompat dan menendang  Hikari. Hikari yang terkejut melihatnya dengan gerakan reflek dia menangkis tendangan wanita tersebut. Wanita itu melayangkan tendangan keduanya dengan gerakkan yang berbentuk sabit. Namun tetap saja Hikari dapat menangkis tendangan itu. Setelah beberapa kali ditendang oleh wanita itu, Hikari baru mulai menyerang dengan serangan pertamanya, yaitu memukul wanita itu di bagian uluh hatinya. Wanita itu jatuh terbaring sambil memegangi perutnya dan pingsan. Saat Hikari melihat ke arah awal ia bertemu dengan wanita itu, dia tidak melihat anak laki-laki yang  tadinya bersama dengan wanita tersebut. "BRUUK!!" suara pukulan yang berasal dari belakang dan mengenai kepala Hikari. Hikari terjatuh, tapi ia masih dalam keadaan sadar. Dia melihat anak laki-laki itu memegang kayu dan mengangkatnya keatas.
~oooooooooo~



dan asal lu tau.. ini belom kelar dan masih berlanjut lagi cerita nya... alay kan... T_T
まだ終わってないよ、この小説!!! どうだった?クダラナイだよね~ T_T

Tidak ada komentar:

Posting Komentar